MARWAN JAFAR
Indonesia

Marwan Jafar adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2014-2016 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Ia merupakan menteri pertama yang meletakkan pondasi bagi Kemendesa atau KDPDTT sejak nomenklaturnya diresmikan.

Sebelumnya, MJ (sapaan akrabnya) pernah menjabat anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia pertamakali terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 2004 saat usianya baru 33 tahun. Kemudian, dua pemilu berikutnya 2009 dan 2014, ia terpilih kembali mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah III.

Kini, MJ dipercaya sebagai Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB. Jabatan ini diberikan karena MJ dinilai memiliki kapasitas, kepiawaian, kecerdasan serta energi yang luar biasa untuk mewujudkan kejayaan partai di ajang kompetisi pemilu maupun Pilkada.

Baca Selengkapnya

Marwan Jafar
Berita

Temui Petani di Batang, Marwan Jafar Serukan Reforma Agraria

Official : on 21 Mei 2017

MarwanJafar.com, Batang – Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu (LPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar semakin sering menyambangi berbagai kalangan di Jawa Tengah. Mantan menteri desa itu memang digadang-gadang oleh partainya untuk maju sebagai calon gubernur pada Pilkada Jateng 2018.

Minggu (21/5), Marwan mengunjungi Sekretariat Omah Tani, Desa Cepoko, Batang. Dalam kesempatan itu, Marwan berdialog dengan warga yang terlibat konflik agraria dengan korporasi swasta ataupun BUMN.

Handoko Wibowo sebagai pimpinan Omah Tani mengatakan, masalah petani berkaitan erat dengan persoalan politik. “Maka dibutuhkan komitmen pimpinan daerah yang benar-benar serius mau mengerti masalah petani,” ujar Handoko.

Sedangkan Marwan mengatakan, konflik agraria menjadi salah satu persoalan yang sering dihadapi petani. Politikus asal Pati yang juga tercatat sebagai Dewan Pembina Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan (Gerbang Tani) itu menegaskan, harus ada solusi cepat atas persoalan konflik agraria yang melibatkan petani. “Karena telah menimbulkan banyak korban di rakyat,” kata Marwan di hadapan sekitar 500 petani.

Lebih lanjut Marwan mengaku saya sangat paham bahwa masih banyak petani yang tidak punya lahan. Bahkan, banyak petani yang hanya menjadi buruh.

Pasalnya, buruh tani memang tak punya lahan. “Untuk itu mutlak dilakukan reforma agraria ” ucap Marwan.

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 500 orang perwakilan petani di Kabupaten Batang, Marwan juga menyoroti soal kelangkaan pupuk serta bantuan subsidi pertanian yang mulai langka bagi petani.

Insyaallah jika kita membangun kerja sama masalah kelangkaan pupuk kita akan atasi dan akan memberikan subsidi kepada para petani kita,” tegas Marwan.

Karenanya jika kelak menjadi gubernur Jateng, Marwan menegaskan, harus ada cetak biru tentang pembangunan pertanian yang menempatkan petani sebagai aktor utama di dalamnya. “Organisasi tani seperti Omah Tani harus kita libatkan dalam proses penyusunan kebijakan program pembangunan pertanian,” ujar mantan pimpinan Panitia Khusus RUU Desa itu.(jpg/ara/jpnn)

RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT