MARWAN JAFAR
Indonesia

Marwan Jafar adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2014-2016 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Ia merupakan menteri pertama yang meletakkan pondasi bagi Kemendesa atau KDPDTT sejak nomenklaturnya diresmikan.

Sebelumnya, MJ (sapaan akrabnya) pernah menjabat anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia pertamakali terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 2004 saat usianya baru 33 tahun. Kemudian, dua pemilu berikutnya 2009 dan 2014, ia terpilih kembali mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah III.

Kini, MJ dipercaya sebagai Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB. Jabatan ini diberikan karena MJ dinilai memiliki kapasitas, kepiawaian, kecerdasan serta energi yang luar biasa untuk mewujudkan kejayaan partai di ajang kompetisi pemilu maupun Pilkada.

Baca Selengkapnya

Marwan Jafar
Berita

Marwan: Partai Politik Masih Saling Lirik Untuk Pilkada Jateng 2018

Official : on 7 Agustus 2017

Bakal calon Gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Marwan Jafar mengatakan soal gandeng menggandeng dalam Pilkada Jateng 2018, partai masih saling berhitung dan saling mencermati.

“Semua masih saling melihat, belum pada finalisasi siapa menggandeng siapa, apalagi PKB tidak bisa mengusung sendiri, harus melakukan koalisi dengan partai lain,” katanya usai menghadiri Pelantikan Pengurus dan Muskercab PKB Kabupaten Temanggung di Temanggung, Jateng, Minggu(6/8).

Ia menuturkan hubungan PKB baik dengan semua partai politik. Semua memungkinkan dengan siapa pun, baik pada level berangkat dari kepala daerah, dari profesional, sesama aktivis parpol.

Menurut dia sudah banyak partai yang medekati, tetapi tidak usah disebut. Komunikasi dengan parpol lain baik sekali dan komunikasi bukan hanya sebatas komunikasi yang sifatnya cocok-mencocokan, bukan hanya sekadar komunikasi ini gubernurnya dan ini wakilnya, tetapi komunikasi pada level personal.

Menyinggung jajak pendapat atau polling yang beredar tidak menempatkan ketua LPP DPP PKB tersebut di urutan atas, dia mengatakan mungkin polling yang beredar dibuat sebelum ada deklarasi DPW PKB Jateng.

“Wajar di mana-mana petahana itu hasil polling tinggi, di semua pilkada semua petahana tidak ada yang tidak tinggi, itu kalau calonnya petahana, kan belum tentu calonnya petahana. Artinya survei itu bukan satu-satunya ukuran bahwa siapa pun dipulih di dalam pilkada,” katanya.

Ia mengatakan konsolidasi masing-masing DPC dan menyapa masyarakat sekaligus juga mengcek apa maunya masyarakat.

“Teman-teman di DPC masing-masing di seluruh Jateng tentu intensitas mengadakan acara saya kira juga mneningkat, bukan semata-mata untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi di dalam konteks kepartaian, tetapi juga koordinasi dan konsolidasi dalam konteks pilkada,” katanya.

Ia mengatakan pilkada tidak hanya dalam konteks pilkada gubernur tetapi juga pilkada kabupaten/kota, seperti di Kabupaten Temanggung juga akan melaksanakan pilkada pada 2018.

Menurut dia yang penting dari semua itu adalah bagaimana mendengar denyut nadi masyarakat, baik langsung bertemu maupun lewat pengurus.

“Keberadaan kami diterima atau tidak itu yang mesti harus dipastikan semuanya, karena ini pemilihan langsung,” katanya.

Ia mengakui belum terlalu jauh turun di masyarakat, masih di tataran konsolidasi di kepengurusan, oleh karena itu dirinya harus lebih agrsif dan lebih aktif lagi untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengukur keberadaannya.

“Insya Allah sampai saat ini persepsi masyarakat positif,” pungkasnya. [Akurat]

RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT