MARWAN JAFAR
Indonesia

Marwan Jafar adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2014-2016 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Ia merupakan menteri pertama yang meletakkan pondasi bagi Kemendesa atau KDPDTT sejak nomenklaturnya diresmikan.

Sebelumnya, MJ (sapaan akrabnya) pernah menjabat anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia pertamakali terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 2004 saat usianya baru 33 tahun. Kemudian, dua pemilu berikutnya 2009 dan 2014, ia terpilih kembali mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah III.

Kini, MJ dipercaya sebagai Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB. Jabatan ini diberikan karena MJ dinilai memiliki kapasitas, kepiawaian, kecerdasan serta energi yang luar biasa untuk mewujudkan kejayaan partai di ajang kompetisi pemilu maupun Pilkada.

Baca Selengkapnya

Berita

Marwan Ja’far Tegaskan PKB “Anak Kandung” NU

Official : on 29 Juli 2012

MarwanJafar.com, Jakarta – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja’far menegaskan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai “anak kandung” Nahdlatul Ulama (NU) merupakan hal yang tidak bisa dibantah lagi.

Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Ahad, Marwan mengatakan, sejarah mencat dalam usia setahun PKB pada pemilu 1999 PKB memperoleh 13 juta suara nasional atau 12 persen dan menempati urutan ketiga.

Pada pemilu 2004 PKB masih tetap bertahan di peringkat tiga dengan perolehan suara 12 juta atau 11 persen walaupun di pemilu 2009 akhirnya turun drastis menjadi 5 persen.

Namun di usia ke-14 pada 23 Juli lalu, kata Marwan, PKB meyakini sudah mulai bangkit kembali untuk merebut dukungan yang dulu hilang. Apalagi saat ini hubungan NU dengan PKB sudah seperti antara anak dan Ibu kandung yang tak bisa terpisahkan.

“Pada masa remaja ini PKB tidak ragu lagi untuk mengembalikan kejayaannya dengan menjalin komunikasi dengan warga NU secara intensif sehingga terjalin hubungan yang saling melengkapi dan saling menyayangi, bukan membenci apalagi ditinggal lari,” ujarnya.

Terkait hal itu, masih kata Marwan, pihaknya mengajak semua kader PKB untuk belajar sejarah demi menuju masa depan yang lebih baik dan demi kepentingan bangsa.

“Sesuai motto PKB `dari Ulama untuk bangsa menunjukkan bahwa para ulama membentuk PKB tidak hanya untuk warga NU tapi untuk kemajuan kita bersama bangsa Indonesia,” kata Marwan Ja’far.

Selain itu, kedekatan PKB dan NU ditunjukkan hubungan khusus NU-PKB itu eratnya ikatan antara PKB dan NU itu terbukti dengan adanya acara buka puasa bersama dengan jajaran pengurus DPC, PAC dan Ranting PKB dengan PCNU, tokoh NU dan tokoh masyarakat lainnya yang di fasilitasi Rais Syuriyah NU Kabupaten Grobogan KH Ali Manshur.

“Momen seperti ini adalah hal yang sangat luar biasa dan harus menjadi tradisi yang harus dilestarikan di PKB dan NU,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marwan yang juga Ketua Fraksi PKB DPR RI itu menyampaikan bahwa konsolidasi antara PKB dan NU ini akan dicanangkan sebagai gerakan rutin yang harus dilaksanakan oleh semua stake holder PKB baik di DPR RI, provinsi maupun Kabupaten.

Dengan demikian, Marwan menambahkan, PKB bisa kembali besar dan jaya seperti Partai NU pada pemilu 1955 dan PKB pada pemilu 1999.

Sumber: AntaraNews (Ruslan Burhani)

RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT