MARWAN JAFAR
Indonesia

Marwan Jafar adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2014-2016 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Ia merupakan menteri pertama yang meletakkan pondasi bagi Kemendesa atau KDPDTT sejak nomenklaturnya diresmikan.

Sebelumnya, MJ (sapaan akrabnya) pernah menjabat anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia pertamakali terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 2004 saat usianya baru 33 tahun. Kemudian, dua pemilu berikutnya 2009 dan 2014, ia terpilih kembali mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah III.

Kini, MJ dipercaya sebagai Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB. Jabatan ini diberikan karena MJ dinilai memiliki kapasitas, kepiawaian, kecerdasan serta energi yang luar biasa untuk mewujudkan kejayaan partai di ajang kompetisi pemilu maupun Pilkada.

Baca Selengkapnya

Marwan Jafar
Berita

Marwan Jafar Pelajari Karakter Wong Solo

Official : on 24 Agustus 2017

MarwanJafar.com, Solo — Bakal calon Gubernur Jawa Tengah yang diusung partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, bertandang ke Solo, Jumat 918/8/2017). Mantan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu menggelar acara bertajuk Jagongan Berbudaya untuk Jateng Guyub di Rumah Makan Kusumasari.

Dalam pertemuan tertutup, politikus PKB tersebut berdiskusi dengan sejumlah komunitas hingga budayawan. “Saya ingin bertemu dengan teman-teman dan mendengar dari mereka tentang berbagai hal. Ini bukan penyerapan aspirasi, tapi lebih kepada saya pribadi yang melakukan pembelajaran dari masyarakat,” paparnya, kepada wartawan, Jumat (18/8/2017).

Menurut Marwan, setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda. Oleh sebab itu, kedatangannya ke Solo ini salah satunya untuk mendalami lebih karakter masing-masing wilayah.

“Saya akan melakukan pembelajaran lebih dulu kepada diri saya dan belajar dari masyarakat. Misalnya, saya ini asalnya dari Pati, tentu beda dengan tradisi budaya masyarakat di Solo,” imbuhnya.

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB itu mengaku sudah menjalin komunikasi dengan beberapa partai politik. Ia mengklaim relasi ini terjalin dengan baik mengingat sejumlah tokoh di antaranya kenal secara pribadi serta merupakan teman aktivis saat masih mahasiswa.

Dia mengakui pencalonannya sebagai Gubernur Jateng tak mudah mengingat PKB mesti berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung Cagub dan Cawagub sendiri. Hal ini lantaran PKB hanya memiliki 13 kursi di DPRD Jawa Tengah.

Sebelumnya, nama Marwan Jafar ini masuk bursa pencalon gubernur dari kalangan eksternal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Seperti halnya PKB, PKS juga harus kerja sama dengan Parpol lain mengingat hanya memiliki 10 kursi di DPRD Jateng. Setidaknya mereka butuh 20 kursi atau koalisi dengan satu partai atau lebih untuk pencalonan gubernur.

Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail, mengatakan saat Pemilihan Raya (Pemira) partai yang dilakukan secara online, sebagai penjaringan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, sejumlah nama muncul dari kalangan internal maupun eksternal partai. Di internal, nama Abdul Kharis menguat, sedangkan di eksternal muncul banyak tokoh seperti Marwan Jafar, Ganjar Pranowo, Sudirman Said, Musthofa [Bupati Kudus], hingga mantan Bupati Klaten, Sunarna.

RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT