MARWAN JAFAR
Indonesia

Marwan Jafar adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2014-2016 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Ia merupakan menteri pertama yang meletakkan pondasi bagi Kemendesa atau KDPDTT sejak nomenklaturnya diresmikan.

Sebelumnya, MJ (sapaan akrabnya) pernah menjabat anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia pertamakali terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 2004 saat usianya baru 33 tahun. Kemudian, dua pemilu berikutnya 2009 dan 2014, ia terpilih kembali mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah III.

Kini, MJ dipercaya sebagai Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB. Jabatan ini diberikan karena MJ dinilai memiliki kapasitas, kepiawaian, kecerdasan serta energi yang luar biasa untuk mewujudkan kejayaan partai di ajang kompetisi pemilu maupun Pilkada.

Baca Selengkapnya

Berita

Marwan Jafar: Indonesia Hadapi Darurat Kesenjangan Ekonomi

Official : on 23 Maret 2017

MarwanJafar.com, Jakarta – Tingkat kesenjangan ekonomi Indonesia semakin melebar. Pemerintah intensif mengambil langkah strategis dalam rangka peningkatan perekonomian nasional melalui pemerataan pembangunan.

“Kesenjangan antara golongan kaya dan miskin di Indonesia yang berjalan dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini telah tumbuh lebih cepat dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara,” kata mantan Menteri Desa, Marwan Jafar, dalam acara Dialog Publik di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (23/3).

Marwan mengemukakan, berdasarkan Global Wealth Report yang dibuat oleh Credit Suisse’s, Indonesia menempati peringkat keempat negara paling timpang di dunia. Sebab, 1 persen orang terkaya Tanah Air menguasai 49,3 persen kekayaan nasional.

“Kondisi tersebut membuat kita harus menghadapi sedikit kebisingan dan kegaduhan ekonomi, kesenjangan sosial dan ketimpangan ekonomi yang sangat lebar itu membuat Negara kita dinilai benar-benar menghadapi darurat kesenjangan,” ujarnya.

Marwan menyatakan, tingkat pemerataan pembangunan ekonomi antar provinsi di Indonesia, sejauh ini masih bertumpu di wilayah pulau Jawa. Sedangkan di luar Jawa, lanjutnya, masih mengalami pertumbuhan ekonomi yang relatif kecil.

“Pulau Jawa bisa menyumbang 58 persen terhadap pertumbuhan perekonomian nasional, tingkat kemiskinan dan penganggurannya pun relatif rendah. Sedangkan di luar Pulau Jawa tingkat pertumbuhan ekonominya masih berada dikisaran 2 persen sampai 7,4 persen, belum lagi tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi dibanding Pulau Jawa,” ucapnya.

Hasil penilitian Bank Dunia menyebutkan, 10 persen orang terkaya Indonesia menguasai 77 persen dari total kekayaan nasional. Sebanyak 200 juta lebih penduduk lainnya hanya menikmati tak lebih dari 25 persen.

Oleh karena itu, kata Marwan, pihaknya mendukung pemerintah agar segera mengambil langkah strategis. Diantaranya, menurutnya, menggulirkan program pembangunan dengan adil dan merata dengan memperkuat daerah-daerah terluar.
“Lembaga-lembaga ekonomi masyarakat, seperti UMKM perlu diperkuat, mengingat besarnya konstribusi UMKM terhadap PDB nasional yang tercatat mencapai 61,41 persen,” tandasnya. Sumber: Beritasatu

RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT