MARWAN JAFAR
Indonesia

Marwan Jafar adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2014-2016 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Ia merupakan menteri pertama yang meletakkan pondasi bagi Kemendesa atau KDPDTT sejak nomenklaturnya diresmikan.

Sebelumnya, MJ (sapaan akrabnya) pernah menjabat anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia pertamakali terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 2004 saat usianya baru 33 tahun. Kemudian, dua pemilu berikutnya 2009 dan 2014, ia terpilih kembali mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah III.

Kini, MJ dipercaya sebagai Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB. Jabatan ini diberikan karena MJ dinilai memiliki kapasitas, kepiawaian, kecerdasan serta energi yang luar biasa untuk mewujudkan kejayaan partai di ajang kompetisi pemilu maupun Pilkada.

Baca Selengkapnya

Marwan Jafar
Berita

Marwan Jafar Berkomitmen Perjuangkan Pondok Pesantren dan Madrasah di Jawa Tengah

Official : on 22 Mei 2017

MarwanJafar.com, Pemalang, Harian Pemalang – Bakal calon gubernur, Marwan Jafar berkomitmen memperjuangkan nasib pondok pesantren dan madrasah agar mendapat perhatian serius melalui anggaran yang diperoleh dari uang negara. Diakui, perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan keagamaan tersebut belum maksimal.

Padahal, lanjut Marwan sejarah mencatat madrasah dan pondok pesantren sangat berperan dalam pendidikan Islam di masa penjajahan. Apalagi, para santri turut serta membantu perjuangan Indonesia melawan penjanjah “Harus dicatat, sebelum Indonesia merdeka, pondok pesantren sudah lebih dulu ada. Para kiai pimpinan pondok pesantren sudah berjuang agar indonesia merdeka,” kata Marwan dalam sambutannya pada Haflah Akhirussanah, Pondok Pesantren Mislakhul Muta’alimin, di Karangayar, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kemarin.

Menurut Marwan, pondok pesantren bukan hanya memberi kontribusi dalam pembinaan moral dan spiritual bagi bangsa, tetapi sekaligus menjadi benteng pertahanan akidah ahlussunnah wal jamaah yang mampu menjadi penyokong utama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Itu sebabnya Marwan melalui PKB berjuang mendorong Rancangan Undang-undang (RUU) pendidikan pesantren dan madrasah supaya disahkan menjadi UU. “Ini merupakan langkah PKB memeprjuangkan pengembangan pesantren di Indonesia. Kita semua yang memiliki latar belakang santri, berkomitmen untuk memperjuangkan nasib pondok pesantren dan madrasah,” katanya.

Marwan membeberkan saat ini jumlah pondok pesantren di Indonesia sangat banyak. Jumlah madrasah tingkat kanak-kanak, ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah 76.551. Sebanyak 94,93 persen dari jumlah itu dikelola masyarakat dan sisanya oleh pemerintah. Sementara jumlah Pondok pesantren di Indonesia sebanyak 27.230. Keseluruhannya dikelola oleh masyarakat, tanpa ada campur tangan pemerintah. Dengan adanya RUU pondok pesantren dan madrasah ini diharapkan bisa menyapa kebutuhan madrasah dan pesantren. “Negara harus hadir dalam pengembangan pesantren dan madrasah,” katanya. (Red.HP)

RELATED POSTS
1 Comment
  1. Balas

    Mas qun

    27 Mei 2017

    Insya Alloh keluarga besar di batang jateng, mendukung pak marwan

LEAVE A COMMENT