MARWAN JAFAR
Indonesia

Marwan Jafar adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2014-2016 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Ia merupakan menteri pertama yang meletakkan pondasi bagi Kemendesa atau KDPDTT sejak nomenklaturnya diresmikan.

Sebelumnya, MJ (sapaan akrabnya) pernah menjabat anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia pertamakali terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 2004 saat usianya baru 33 tahun. Kemudian, dua pemilu berikutnya 2009 dan 2014, ia terpilih kembali mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah III.

Kini, MJ dipercaya sebagai Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB. Jabatan ini diberikan karena MJ dinilai memiliki kapasitas, kepiawaian, kecerdasan serta energi yang luar biasa untuk mewujudkan kejayaan partai di ajang kompetisi pemilu maupun Pilkada.

Baca Selengkapnya

Marwan Jafar
Berita

Marwan Jafar: Aswaja Perekat Keumatan dan Kebangsaan

Official : on 23 April 2017

MarwanJafar.com, Bandung – Ketua Dewan Pembina DPP Laskar Aswaja Marwan Jafar mengajak umat Islam Indonesia bersatu memperkuat kebangsaan dengan turut menyebar paham ahlussunnah waljama’ah (Aswaja). Ini mengingat fenomena keumatan dan kebangsaan belakangan ini mulai terkoyak akibat perbedaan pandangan politik.

“Aswaja terbukti sukses menjadi benteng kebangsaan Indonesia, sebagai perekat bangsa, perekat keumatan dan keislaman,” katanya saat memberi sambutan dalam acara Pelantikan dan Rapat Koordinasi Wilayah DPW dan DPC Laskar Aswaja se-Provinsi Jawa Barat di Hotel Lingga, Bandung, Sabtu (22/4).

Menurut Marwan, sejak Indonesia berdiri paham Aswaja sudah menjadi pandangan hidup (way of life) mayoritas umat Islam di Tanah Air. Terbukti, Indonesia lebih aman dan damai dibanding negara-negara di Timur Tengah yang mudah tersulut konflik sosial dan politik.

“Persaudaraan Islam juga terjaga, termasuk menjadi solusi masalah-masalah keagamaan dan kebudayaan. Aswaja ini menciptakan harmoni keberagaman dan keagamaan di Indonesia,” ujarnya.

Islam yang damai dan menyejukkan, kata Marwan, yang menjadi ciri khas Islam Indonesia perlu dipertahankan. Sebab, corak Islam inilah yang telah mewarnai konsep keindonesian yang sudah final disepakati para pendiri bangsa.

Dengan begitu, lanjutnya, bila ada paham dan gerakan yang tidak sesuai dengan dasar negara, maka hal itu perlu diluruskan. “Jangan lupa Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, bahkan negara kita dipuji-puji demokrasinya oleh negara di Timur Tengah,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia juga menegaskan Laskar Aswaja siap berada di garda terdepan mengawal keindonesiaan dan keumatan dalam bingkai Islam rahmatan lilalamain. Termasuk, untuk terus menyebar ajaran dan paham Aswaja.

Acara tersebut dihadiri oleh 1.200 peserta se-Jawa Barat. Turut hadir di acara itu antara lain: Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, Ketua Umum DPP Laskar Aswaja Adhie Tobing Permana, Ketua Dewan Pembina DPW Jabar Dudi S Sutandi, Ketua DPW Laskar Aswaja Jabar Abdul Ajiz, dan ulama perwakilan masing-masing daerah. (hall).

RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT