MARWAN JAFAR
Indonesia

Marwan Jafar adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2014-2016 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Ia merupakan menteri pertama yang meletakkan pondasi bagi Kemendesa atau KDPDTT sejak nomenklaturnya diresmikan.

Sebelumnya, MJ (sapaan akrabnya) pernah menjabat anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia pertamakali terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 2004 saat usianya baru 33 tahun. Kemudian, dua pemilu berikutnya 2009 dan 2014, ia terpilih kembali mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah III.

Kini, MJ dipercaya sebagai Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB. Jabatan ini diberikan karena MJ dinilai memiliki kapasitas, kepiawaian, kecerdasan serta energi yang luar biasa untuk mewujudkan kejayaan partai di ajang kompetisi pemilu maupun Pilkada.

Baca Selengkapnya

Marwan Jafar bersama KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)
Berita

Ketua PKB Jateng: Sudah Saatnya Jateng Dipimpin Seorang Santri

Official : on 29 Agustus 2017

MarwanJafar.com, Yogyakarta – Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), menyampaikan tiga pesan dari para kiai kepada Marwan Jafar, mantan Menteri Desa yang kini berniat maju dalam Pilkada Jateng. Menurut Gus Yusuf, sudah saatnya kini santri memimpin Jawa Tengah.

“Pak Marwan harus menyelamatkan tiga warisan para ulama. Kita doakan dan kita dukung dengan kerja keras untuk memenangkan Pak Marwan jadi gubernur Jateng. Saatnya santri pimpin Jateng,” demikian rilis tertulis yang diterima detikcom, Minggu (27/8/2017) malam.

Adapun tiga warisan ulama yang wajib dijaga itu adalah keberlangsungan madrasah dinniyah (madin), pesantren, dan warga nahdiyyin di desa-desa.

Pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, itu mengatakan, betapa penting dan strategisnya NU menempatkan kader-kadernya menjadi pimpinan. Posisi yang harus diambil bisa di pemerintahan maupun di legislatif, karena banyak keputusan dan kebijakan lahir dari sana.

“Saya kasih contoh, keputusan full day school jelas-jelas merugikan pendidikan madrasah dinniyah NU. Kalau kita tidak memiliki pimpinan yang ada di pemerintahan yang paham tentang NU, jelas sama saja ini ancaman dan bahaya untuk NU. Kita butuh gubernur yang paham NU, madin dan pesantren, tegasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan para kiai dan NU Jateng serta DPP PKB sudah sepakat mendorong Marwan Jafar sebagai cagub Jateng. Latar belakang Marwan sebagai santri yang berpengalaman di DPR RI serta mantan Menteri Desa, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal, cukup meyakinkan bisa menjaga martabat warga NU yang mayoritas hidup di pedesaan.

“Pak Marwan ini santri kesayangan almarhum Mbah Sahal Mahfudz (mantan Rois Syuriah PBNU), pernah jadi Menteri Desa yang meletakkan dasar-dasar mengelola desa agar desa maju dan sejehtera. Bicara NU yang ketemunya wong ndeso. Sudah jelas, Pak Marwan santri dan membela wong ndeso (NU),” papar Gus Yusuf meyakinkan.

Sementara itu, Marwan Jafar menegaskan komitmenya untuk kian menyejahterakan warga Jateng. Saat ini warga Jateng secara ekonomi, tertinggal jauh dari tetangga di Propinsi Jawa Timur, Jawa Barat, apalagi dengan DKI.

“Mari kita bangun Jawa Tengah dengan kejujuran dan kesungguhan. Jateng harus berbenah. Jateng harus sejahtera,” tegasnya.
(mbr/mbr/Detik News)

RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT