MARWAN JAFAR
Indonesia

Marwan Jafar adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2014-2016 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Ia merupakan menteri pertama yang meletakkan pondasi bagi Kemendesa atau KDPDTT sejak nomenklaturnya diresmikan.

Sebelumnya, MJ (sapaan akrabnya) pernah menjabat anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia pertamakali terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 2004 saat usianya baru 33 tahun. Kemudian, dua pemilu berikutnya 2009 dan 2014, ia terpilih kembali mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah III.

Kini, MJ dipercaya sebagai Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB. Jabatan ini diberikan karena MJ dinilai memiliki kapasitas, kepiawaian, kecerdasan serta energi yang luar biasa untuk mewujudkan kejayaan partai di ajang kompetisi pemilu maupun Pilkada.

Baca Selengkapnya

Peluncurkan Buku Kebangkitan Desa
Berita

Darurat Narkoba, Marwan Jafar Ingatkan Pentingnya Pencegahan

Official : on 27 Maret 2017

MarwanJafar.com – Saat ini tak ada yang menampik fakta bahwa Indonesia sedang darurat narkoba. Banyak kalangan masyarakat mulai dari rakyat biasa di pedesaan, politisi, penegak hukum, pejabat hingga artis terjerumus ke dalam cengkeraman barang haram tersebut.

Anehnya, meski pemberantasan narkoba marak dilakukan tak menjamin penggunanya berkurang. Data Badan Narkotika Nasional (BNN), tahun 2016 pengguna narkoba mencapai 5,9 juta orang.

“Jumlahnya bisa jadi lebih dari itu. Ini sudah darurat narkoba, perlu ada langkah luar biasa,” kata Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Marwan Jafar di Jakarta, Selasa (27/3).

Karena itu, Marwan mendorong Kepolisian dan BNN untuk semakin menggencarkan pemberantasan narkoba. Namun tak kalah penting, ia juga mengingatkan agar meningkatkan pencegahan terhadap penggunaan segala macam narkoba.

“Pencegahan dan program rehabilitasi bagi korban pengguna narkoba harus diutamakan juga,” tegasnya.

Menurut Marwan, bahaya narkoba sudah jelas di depan mata. Sudah saatnya semua pihak mawas diri serta ikut terlibat dalam pemberantasan dan pencegahan narkoba. “Pemberantasan narkoba perlu jadi gerakan nasional dan prioritas pemerintah. Semua pihak terlibat dalam program ini,” ujarnya.

Ia menyatakan, berdasarkan hasil penelitian United Nations Office on Drug and Crime (UNODC) di antara pengguna narkoba di dunia, sekitar 1,2 juta orang adalah pengguna crystalline methamphetamine dan sekitar 950 ribu pengguna ecstasy, 2,8 juta pengguna cannabis dan sekitar 110.000 pecandu heroin.

“Ini angka cukup fantastis dan sangat mengancam masa depan bangsa mengingat 22 persen dari 5,9 juta pengguna narkoba itu merupakan pelajar atau mahasiswa,” tuturnya.

Marwan sangat terusik dan menyayangkan fakta tersebut seraya mengajak semua kalangan terlibat dalam pemberantasan dan pencegahan narkoba.

“Mereka merupakan aset bangsa. Bisa dibayangkan ancaman masa depan bangsa kita jika para generasi muda rusak karena terjerumus dalam penggunaan barang haram tersebut,” pungkasnya.

RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT