MARWAN JAFAR
Indonesia

Marwan Jafar adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2014-2016 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Ia merupakan menteri pertama yang meletakkan pondasi bagi Kemendesa atau KDPDTT sejak nomenklaturnya diresmikan.

Sebelumnya, MJ (sapaan akrabnya) pernah menjabat anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia pertamakali terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 2004 saat usianya baru 33 tahun. Kemudian, dua pemilu berikutnya 2009 dan 2014, ia terpilih kembali mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah III.

Kini, MJ dipercaya sebagai Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB. Jabatan ini diberikan karena MJ dinilai memiliki kapasitas, kepiawaian, kecerdasan serta energi yang luar biasa untuk mewujudkan kejayaan partai di ajang kompetisi pemilu maupun Pilkada.

Baca Selengkapnya

Marwan Jafar
Berita

Blusukan di Blora, Marwan Jafar Soroti Ketimpangan Desa-Kota

Official : on 12 Mei 2017

Semarang – Menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018, bakal calon Gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar menggelar konsolidasi di Kabupaten Blora Jawa Tengah. Ia pun mendapat dukungan dari pengasuh Pondok Pesantren Khozianatul Ulum, Kiai Muharror Ali.

Konsolidasi digelar di Pondok Pesantren Khoziantul Ulum, Blora. Marwan menyoroti masih tingginya ketimpangan antara perkotaan dan pedesaan. Salah satu penyebabnya yaitu penduduk perkotaan lebih besar dibandingkan pedesaan. Secara nasional perbandinganya yaitu 56 % merupakan warga perkotaan dan 44 % warga desa.

“Pertumbuhan yang timpang antara desa dan kota tersebut menyebabkan kesenjangan antara desa dan kota menjadi cukup tinggi dengan kontribusi kota besar dan metropolitan terhadap pertumbuhan mencapai 32 %. Sedangkan kontribusi kota menengah dan kecil hanya 7 % terhadap pertumbuhan,” kata Marwan, Rabu (10/5/2017).

Oleh karena itu, dia mengusulkan perlu ada langkah strategis untuk menciptakan penyeimbangan pembangunan desa dan kota. Salah satunya adalah penguatan pembangunan pertanian, mengingat mayoritas aktivitas perekonomian masyarakaht desa masih bergantung pada tingkat produktivitas Sumber Daya Alam (SDA), termasuk di dalamnya adalah peternakan.

“Kebijakan penguatan pembangunan pertanian sejauh ini masih lemah, hal itu dibuktikan dengan masih ada kecenderungan daerah-daerah memilih eksploitasi sumber daya alam daripada memperkuat sektor produktif lainnya seperti pertanian,” kata Marwan.

Sementara itu Kiai Muharror Ali mengatakan warga Nahdlatul Ulama untuk memilih Gubernur yang memperhatikan pesantren di Jawa Tengah. Menurutnya dari nama-nama yang sudah muncul pada isu Pilgub Jateng 2018, hanya Marwan yang memiliki rekam jejak terhadap masyarakat desa dan pesantren.

“Marwan sudah terbukti menjadi DPR RI tiga periode. Kinerjanya jelas, aspiratif, dan ngopeni masyarakat bawah. Saat jadi Menteri Desa, Marwan kerjanya juga cak cek (cepat),” kata Kiai Muharror.

Selain rekam jejak kerja, lanjut Muharror, Marwan mengerti kebutuhan santri dan pesantren karena Marwan punya latar belakang sebagai santri. “Dia ini NU tulen, santri yang jelas-jelas tahu kebutuhan dari masyarakat Nahdliyin. Jadi tidak ada alasan kepada warga NU untuk tidak mendukung Marwan sebagai Gubernur Jateng,” pungkas dia. (bgs/bgs/news.detik.com)

RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT